Share It

Tuesday, March 5, 2013

Seks & Obat Sama-sama Manjur Sembuhkan Migrain, Pilih Mana?

Seks & Obat Sama-sama Manjur Sembuhkan Migrain, Pilih Mana?
Dok. Thinkstock
Siapa bilang sakit kepala bikin orang tidak boleh bercinta? Justru ketika sedang migrain atau sakit kepala sebelah, berhubungan seks lebih dianjurkan karena punya khasiat menyembuhkan. Lebih aman dari obat, karena tanpa efek samping.

Temuan para ilmuwan dari University of Munster di Jerman ini sekaligus menyiratkan bahwa sakit kepala tidak cocok lagi dijadikan alasan untuk menolak ajakan bercinta. Justru daripada harus minum obat, bercinta sama manjurnya untuk menyembuhkan sakit kepala.

Riset yang dipublikasikan di jurnal Cephalgia terbitan International Headache Society ini menemukan bahwa seks bisa mengurangi keluhan pada lebih dari 50 persen penderita migrain. Bahkan pada 1 dari 5 partisipan, keluhan migrain hilang sama sekali setelah bercinta.

Dari 800 penderita migrain dan 200 penderita sakit kepala jenis cluster headache lainnya, lebih dari 30 persen pernah melakukan hubungan seks saat sakit kepala menyerang. Dari angka tersebut, 2 dari 3 mengaku merasa lebih baik dalam arti keluhannya berkurang.

Diyakini, hubungan seks mampu memicu pelepasan hormon endorfin yang berkhasiat sebagai penangkal nyeri. Di susunan saraf pusat, hormon ini bekerja menekan respons nyeri, sehingga bisa menyembuhkan berbagai jenis sakit kepala termasuk migrain.
 
"Temuan kami menunjukkan bahwa aktivitas seksual saat terjadi serangan migrain bisa meredakan atau bahkan menghilangkan serangan dalam beberapa kasus, dan bahwa hubungan seks saat sedang migrain bukan hal yang aneh," tulis peneliti seperti dikutip dari Telegraph, Senin (4/3/2013).

Selama ini, sakit kepala khususnya migrain memang menjadi alasan terpopuler untuk menolak ajakan berhubungan seks. Dengan adanya temuan ini, migrain bisa berbalik menjadi alasan bagi seseorang untuk mengajak pasangannya berhubungan seks.

Tinggal pilih saja. Mau minum obat sakit kepala yang rasanya pahit dan memberikan efek samping kerusakan hati dan ginjal, atau mencoba alternatif terapi yang lebih menyenangkan yakni berhubungan seks? (detikhealth)

Read More »
10:00 AM | 0 komentar

Monday, March 4, 2013

Pil Kontrasepsi Yang Bisa Picu Penyakit Kelamin Wanita

Pil Kontrasepsi Yang Bisa Picu Penyakit Kelamin Wanita
Dok : Thinkstock
Kontrasepsi digunakan untuk mencegah kehamilan yang tak diinginkan, bahkan ada juga yang digunakan untuk melindungi pemakainya dari penyakit menular seksual. Tapi apa jadinya jika ternyata alat kontrasepsi malah dapat memicu penyakit menular seksual?

Sebuah penelitian yang dilakukan para ilmuwan dari University of Newcastle menemukan bahwa ada pil kontrasepsi yang memiliki efek samping memicu infeksi klamidia. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri klamidia yang berkembang biak di selaput lendir dari alat kelamin wanita.

Penyebab efek samping tersebut diduga karena adanya kandungan progsteron dalam pil kontrasepsi. Progesteron akan berinteraksi dengan protein interferon epsilon yang diproduksi saluran reproduksi wanita. Ketika kadar progesteron tinggi, maka kadar protein ini menurun hingga 10 kali lipat.

"Ketika perempuan menggunakan pil kontrasepsi dan meminum banyak progesteron, tingkat Interferon epsilon akan mengalami penurunan," kata peneliti, Profesor Philip Hansbro seperti dilansir ABC Science, Senin (4/3/2013).

Hansbro mengatakan bahwa Interferon epsilon memberikan manfaat dengan cara melindungi tubuh dari infeksi klamidia. Untungnya, peneliti mengatakan bahwa kontrasepsi yang mengandung progesteron tidak meningkatkan risiko tertular klamidia selama melakukan seks yang aman.
 
Penelitian telah menunjukkan bahwa Interferon epsilon mampu melindungi tubuh terhadap klamidia dan virus herpes simplex. Caranya adalah dengan mengirimkan sinyal kepada sel-sel pembunuh alami untuk menyerbu saluran reproduksi dan menyerang bakteri penyebab infeksi.

Penemuan yang dimuat dalam jurnal Sains ini diharapkan dapat membantu menentukan manakah wanita yang lebih rentan terserang infeksi menular seksual (IMS). Protein Interferon epsilon merupakan jenis protein sitokin yang ditemukan 8 tahun lalu namun memiliki cara kerja yang unik.

"Sitokin biasanya diproduksi setelah tubuh terkena infeksi. Interferon epsilon ada untuk melindungi tubuh bahkan sebelum tubuh terinfeksi. Interferon epsilon diproduksi sebagai bagian dari siklus hormonal wanita dalam sel-sel epitel pada lapisan rahim," kata Professor Paul Hertzog dari Monash Institute of Medical Research.

Kadar protein ini bervariasi sekitar 30 kali lipat pada berbagai tahap siklus menstruasi dan akan menghilang saat kehamilan dan pasca menopause. Karena cara kerjanya yang unik, protein ini tengah diteliti efeknya untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan diduga memiliki manfaat lain yang lebih luas. (detikhealth)

Read More »
8:26 PM | 0 komentar

Wednesday, February 20, 2013

Makanan-Makanan Ini Jaga Kesehatan Vagina

Makanan-Makanan Ini Jaga Kesehatan Vagina
Jus Cranberry (Pict : Google)
KESEHATAN vagina ternyata dapat Anda dukung dengan asupan nutrisi yang baik. Mengonsumsi makanan tertentu ampuh mengatasi masalah kesehatan vagina yang mungkin menyerang Anda.

Beberapa pengaturan pola makan yang sederhana dapat membantu mendukung kesehatan umum vagina dengan mencegah infeksi dan menjaga keseimbangan pH yang tepat. Misalnya dengan mengonsumsi prebiotik. Ingat, tubuh Anda adalah tuan rumah untuk segala macam bakteri yang baik dan buruk.
 

Bakteri ramah yang dikenal sebagai probiotik ada dalam tubuh. Sebuah populasi yang sehat probiotik dapat membantu menjaga mikroorganisme buruk yang menyebabkan infeksi vagina, demikian yang dilansir Livestrong.

Yang paling terkenal adalah probiotik acidophilus, dan itu dalam yoghurt yang memiliki bakteri hidup atau aktif, serta produk susu fermentasi lainnya seperti kefir. Para ahli merekomendasikan mengonsumsi secangkir yoghurt sehari untuk kesehatan vagina yang optimal.

Jika Anda tidak menyukai olahan dari susu yang di fermentasi, Anda bisa mencoba jus cranberry. Jus cranberry dapat membantu menyeimbangkan tingkat pH pada daerah vagina. Minum jus cranberry tanpa pemanis setiap hari adalah cara paling sederhana untuk menjaga pH vagina yang seimbang. (okezone.com)

Read More »
7:00 PM | 0 komentar

Vagina Gatal? Setop Menggaruknya!

Vagina Gatal? Setop Menggaruknya!
Kurangi Gatal Pada Vagina
RASA gatal pada vagina mungkin pernah dirasakan oleh para wanita. Penggunaan pakaian dalam yang terlalu ketat ataupun kurang menjaga kebersihan bisa menjadi penyebab timbulnya rasa gatal.

Jika rasa gatal yang Anda derita dibiarkan, bisa jadi Anda jadi terus menggaruk daerah yang gatal pada vagina Anda. Tentu ini bisa berbahaya karena bisa menimbulkan lecet dan iritasi. Dan ini bisa memicu masuknya kuman atau bakteri yang membuat infeksi. Untuk mengurangi dan menghilangkan rasa gatal, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan seperti yang dilansir Ehow berikut.

- Hindari menggaruk, menggosok, atau menambah tekanan ke daerah yang terasa gatal. Rasa gatal yang terus menerus digaruk bisa memicu iritasi dan menyebabkan vagina seperti terbakar atau gatal berlebih. Anda juga harus menghindari kontak seksual sementara, terutama sampai Anda dapat menyembuhkan rasa gatal, karena ditakutkan ini gejala penyakit menular.

- Menghentikan penggunaan semua douches, krim vagina, mandi sambil berendam dengan busa, dan semprotan kimia yang mungkin memiliki kontak dengan daerah gatal.  

- Hindari mencukur sampai gatal disembuhkan oleh seorang profesional medis 

- Hindari memakai pakaian ketat, seperti celana jins ketat dan pastikan untuk segera mengganti pakaian basah, seperti pakaian renang. Menjaga daerah tetap kering dengan sirkulasi udara akan mencegah bakteri tumbuh. (okezone.com)

Read More »
4:00 PM | 0 komentar

Konsumsi Kafein Perpanjang Masa Kehamilan

Konsumsi Kafein Perpanjang Masa Kehamilan
Kafein Perpanjang Masa Kehamilan
GIZI ibu pada saat kehamilan penting untuk embrio yang berkembang di perut serta kesehatan calon anak di kemudian hari. Melengkapi diet dengan vitamin dapat meningkatkan kesehatan janin. Namun, ibu hamil juga harus waspada terhadap asupan makanan yang bisa menggangu kesehatan janin.

Pasalnya, tidak semua yang dikonsumsi orang dewasa mungkin bermanfaat bagi bayi yang sedang berkembang. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kafein dikaitkan dengan bayi dengan berat lahir rendah serta kafein dari kopi dikaitkan dengan peningkatan panjangnya waktu kehamilan, demikian yang dilansir Health24.

Seiring dengan nutrisi dan oksigen yang ada dalam tubuh, kafein bebas melewati penghalang plasenta. WHO saat ini menunjukkan batasan kafein bagi ibu hamil sekira 300mg per hari selama kehamilan, tetapi beberapa negara merekomendasikan batas 200mg dimana setara kurang dari satu cangkir kopi.

Untuk menyelidiki dampak kafein selama kehamilan ibu pada bayi, sebuah tim peneliti dari Institut Kesehatan Masyarakat Norwegia menggunakan informasi tentang diet ibu dan rincian kelahiran yang dikumpulkan lebih dari sepuluh tahun. Semua sumber kafein dipantau dalam penelitian ini, seperti dari kopi, teh, minuman bersoda, serta makanan yang mengandung kakao termasuk kue dan coklat.

Dr Verena Sengpiel, dari Sahlgrenska University Hospital, Swedia, yang memimpin penelitian ini mengatakan, "Meskipun konsumsi kafein sangat berkorelasi dengan merokok yang diketahui meningkatkan risiko untuk kelahiran prematur dan bayi dengan berat badan rendah untuk saat kelahiran, dalam studi ini kami tidak menemukan hubungan antara kafein, baik total atau kafein dalam kopi dan kelahiran premature. Tetapi kami menemukan hubungan antara kafein dan berat badan bayi.”

Bahkan mereka menemukan bahwa kafein dari semua sumber mengurangi berat badan bayi saat lahir. Untuk berat anak rata-rata yang diharapkan ialah 3.6 kg. Sementara mengonsumsi kafein 100mg per hari akan menghilangkan 21-28 gram berat badan bayi.

Tapi itu bukan hanya kafein, tetapi sumber kafein yang memengaruhi hasil kehamilan dimana kafein dari semua sumber akan meningkatkan waktu kehamilan menjadi lebih panjang. Bahkan, waktu kehamilan kehamilan  bisa bertambah 8 jam lebih lama untuk setiap konsumsi kafein 100mg per hari. (okezone.com)

Read More »
1:05 PM | 0 komentar

Thursday, February 14, 2013

Ingin Mempercantik Vagina, Malah Hasilnya Jadi Gatal-Gatal

Dok. Thinkstock
Karena kulitnya sangat sensitif, vagina atau kemaluan perempuan memang sebaiknya tidak diperlakukan sembarangan. Berbagai cara untuk mempercantik bagian tersebut kadang malah berakhir mengecewakan karena malah menyebabkan gatal-gatal.

Ditindik misalnya, beberapa perempuan khususnya yang memiliki alergi terhadap jenis logam tertentu bisa mengalami gatal-gatal. Demikian juga dengan tato vagina, tinta yang digunakan tidak selalu cocok sehingga memicu gatal-gatal bagi yang alergi.

Wax atau lilin khusus yang digunakan untuk menghilangkan rambut kemaluan juga termasuk salah satu penyebab gatal-gatal pada vagina. Padahal, tujuan waxing biasanya adalah mencegah gatal-gatal karena rambut kemaluan sering ditumbuhi bakteri dan jamur.

"Sebenarnya segala hal yang bisa membuat iritasi bisa membuat gatal-gatal di kulit," kata dr Dani Djuanda, SpKK, dokter spesialis kulit dan kelamin yang berpraktik di RS Mitra Keluarga, saat dihubungi detikHealth dan ditulis pada Rabu (13/2/2013).

Bahkan menurut dr Dani, produk-produk pembersih vagina yang mengandung alkohol dan cairan pembersih bisa memicu iritasi jika dipakai berlebihan. Cairan-cairan itu bisa membunuh beberapa flora normal di vagina, mempengaruhi pH atau tingkat keasaman lalu memicu iritasi dan gatal-gatal.

Kebersihan vagina memang perlu dijaga, namun penggunaan bahan pembersih perlu dibatasi agar jangan berlebihan dan malah menyebabkan iritasi. Terkait hal itu, Dr Putu Laksmi Anggari Putri Duarsa, SpKK dari RS Sanglah Denpasar menyarankan untuk menggunakan cairan pembersih yang soft.

"Kalau membersihkan vagina sebaiknya dilakukan pada bagian luarnya saja, jangan sampai kena bagian dalam sebab bisa mengganggu populasi flora di vagina. Tapi untuk masalah ini memang terpecah menjadi 2 (pendapat), ada yang setuju membersihkan vagina dan ada yang tidak. Kalau saran saya, membersihkan di bagian permukaan saja dengan cairan yang bahannya soft," katanya. (DetikHealth)




Read More »
12:00 PM | 0 komentar

Ayo Bersihkan Diri Usai Bercinta Agar Area Kelamin Tak Gatal-Gatal

Dok. Thinkstock
Beberapa pasangan langsung jatuh tertidur setelah bercinta usai. Kebiasaan ini ternyata tidak baik karena bisa memicu gatal-gatal di sekitar alat kelamin.

"Bisa jadi karena setelah bercinta tidak membersihkan diri," kata dokter spesialis kulit dan kelamin, dr Dani Djuanda Sp.KK, saat dihubungi detikHealth, Rabu (13/2/2013).

Saat bercinta, tubuh memproduksi sejumlah cairan baik itu keringat maupun cairan yang diproduksi di alat kelamin. Nah, karena cairan-cairan itu tidak dibersihkan, maka bisa mengundang kuman dan menjadi tempat tumbuh makhluk tersebut.

"Bisa juga karena saat bercinta terjadi gesejan dan menyebabkan lecet sehingga memicu iritasi dan jadi gatal," sambung dr Dani.

Rasa gatal di alat kelamin perempuan juga bisa terjadi sesaat setelah periode menstruasi selesai. Hal ini bisa terjadi karena malas mengganti pembalut. Padahal darah menstruasi yang keluar membuat area genital lembap.

"Gatal biasanya karena pembalut yang dipakai jadi lembab sehingga memicu jamur tumbuh," imbuh dokter yang berpraktik di RS Mitra Keluarga ini. (DetikHealth)




Read More »
10:00 AM | 0 komentar